Wahidin, S.Hi. Kepala Desa Koto Salak Ajak Warga Untuk Pilkada Damai
Kerinci, gerhanaonline.net – Kepala Desa Koto Salak Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci, menyampaikan himbauan kepada seluruh warga Desa Koto Salak Kecamatan Tanah Cogok dan seluruh warga di Kabupaten Kerinci pada umumnya untuk bersama-sama menyukseskan pemilihan Kepala daerah Bupati wakil Bupati Kerinci periode 2024 – 2029.
Himbauan dan ajakan seruan pilkada damai ini disampaikan oleh Kepala Desa Koto Salak, Wahidin, S.HI. Sabtu (28/9). “Mari kita bersama-sama menyukseskan pemilihan kepala daerah di wilayah Provinsi Jambi tercinta ini. Dengan cara menjaga situasi tetap aman dan damai, saling mengasihi satu sama lain sebagai saudara, mengingatkan untuk bermedia sosial yang menyejukkan, menghindari bahasa yang memprovokasi, menolak politik identitas agama,” ucap Kepala Desa Koto Salak ini.
Dia mengingatkan Pilkada adalah agenda rutin 5 tahunan guna mencari pemimpin yang dianggap terbaik oleh masyarakat pemilihnya.
“Jadi siapapun nanti yang terpilih adalah yang terbaik untuk menjadi Gubernur-Wakil Gubernur, Waliktota-Wakil Walikota, Bupati-Wakil Bupati untuk melayani masyarakat Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci ini,” ajak Kepala Desa Koto Salak tersebut.
Selain himbaun untuk saling mengingatkan agar Pilkada di Provinsi Jambi khususnya pemilihan Bupati Kerinci ini haruslah berjalan dalam suasana sejuk dan damai, Penetapan Calon-Calon oleh KPUD haruslah diterima seluruh warga di Provinsi Jambi ini. “Mari kita sukseskan Pilkada di Provinsi Jambi dengan suasana sejuk, damai, jauhkan dari kepentingan politik sesaat, lihatlah masa depan yang penuh harapan,” tegas Wahidin.
Selain himbauan, dia juga berkomitmen ikut menjaga pemilihan Kepala Daerah damai tanpa gesekan. “Kami akan melakukan persiapan menyambut pesta demokrasi pada 21 September 2024. “Kami memberikan statement bahwa pilkada harus dijalankan secara toleran sebagaimana seruan moderasi beragama, di dalam perbedaan yang ada harus tetap mengutamakan kerukunan dan persatuan,” sambungnya.
Melalui himbauan ini, dia berharap agar tidak ada politik identitas dan polarisasi mengingat pilkada lebih resisten dibandingkan pilpres dan pileg. “Calon ada di kota masing-masing, pendukungnya juga berhadap-hadapan. Apalagi di satu kota hanya beberapa calon. Maka jangan digiring menggunakan agama, suku rasa tau golongan tertentu. Tetapi lihatlah program kerja masing-masing calon dan pilihlah sesuai hatinurani,” tegasnya.
“Pemilihan Kepala Daerah akan segera digelar serentak pada 27 November 2024. Hal ini menandakan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tambahnya.
Lebih signifikan dia mengatakan derasnya arus informasi, khususnya melalui media sosial perlu peran milenial dan tokoh masyarakat sangat strategis untuk menjaga stabilitas kedamaian menjelang Pilkada 2024. Sangat rentan maraknya gesekan-gesekan bahkan perpecahan akibat informasi yang tidak berdasar atau hoaks. Masyarakat berlomba di Facebook mencari perhatian melalui media sosial menggiring narasi mengganggu kerukunan. Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk membangun kebersamaan dan toleransi. Tokoh agama harus menjadi mitra strategis penyelenggara Pemilu untuk menyerukan keharmonisan berpolitik sehingga bisa menghadirkan lingkungan sosial yang baik untuk mewujudkan Pilkada yang aman dan damai,” jelasnya lagi.
“Pilkada 2024 merupakan sarana mewujudkan kedaulatan masyarakat sekaligus mewujudkan Pemerintahan yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pesta demokrasi harus telaksana, setiap masyarakat Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Kerinci wajib berperan mengawal proses Pilkada sehingga dapat berjalan sesuai azas Pemilu yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil serta berkualitas,” tutup Wahidin, S.Hi Kepala Desa Koto Salak Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci ini. (_iin)


































Komentar