oleh

BBM Bersubsidi Langka, SPBU Diduga Salurkan Kepada Penimbun

OKU SUMSEL, – Langkannya BBM Subsidi jenis solar yang terjadi di beberapa Daerah kini semakin meresahkan Masyarakat.

Dan hal tersebut rupanya tengah terjadi di beberapa Kabupaten Kota Provinsi Sumatra Selatan akhir-akhir ini. Kamis 21 September 2023.

Namun ditengah kelangkaan BBM itu justru oknum penimbun solar terlihat mengambil jatah BBM secara ilegal di setiap SPBU di Baturaja.

Hal ini terlihat jelas di mata masyarakat OKU mau pun pengguna jalan yang lewat di Kabupaten OKU selalu saja penuh dan panjangnya kendaraan roda empat seperti truk, minibus, di setiap harinya di area SPBU yang ada di Kabupaten OKU. Silih berganti SPBU di penuhi kendaraan-kendaraan yang sama setiap harinya, tidak terlihat kendaraan asing ikut antrian yang ingin mengisi BBM Subsidi tersebut.

Mirisnya, Kesulitannya BBM jenis Solar di beberapa SPBU hingga menyebapkan antrian panjang yang tak kunjung selesai.

Melihat dari fenomena kelangkaan BBM, penulis melalui investigasi dan menggali informasi secara rinci terhadap masyarakat yang menggunakan bahan bakar tersebut, apa saja yang menyebabkan terjadinya antrian panjang, namun ternyata penyebabnya cukup membuat resah khususnya Masyarakat Baturaja.

Andre sopir truk dikonfirmasi penulis menuturkan bahwa oknum di beberapa SPBU sengaja menjual bahan bakar tersebut kepada penimbun, dan wajar saja terjadi kelangkaan. Titik puncaknya pihak SPBU hanya mampu beroperasi secara buka tutup bergantian.

“Kami hari ini belum mendapatkan BBM, terlihat SPBU hanya dikuasai para penimbun dan pengepul, karena kendaraan yang mengisi BBM itu-itu saja, sangat sulit untuk kami dapatkan,” kata Andre dengan nada kesal.

Diketahui delapan ton kuota BBM Bersubsidi jenis Solar di Baturaja untuk satu SPBU diduga kuat menjadi lahan memperkaya diri oleh kelompok tertentu, dengan tidak menyisakan sedikitpun untuk pengguna lain, hal ini sudah selayaknya dijadikan catatan merah Pemerintah dan pihak Kepolisian di wilayah Baturaja.

Pihak SPBU juga diharapkan agar memberikan pelayanan sesuai harapan masyarakat, untuk tidak mendiskriminasi pengguna lain, hal tersebut merupakan tindakan yang tidak mencerminkan keadilan dan kesetaraan, sehingga menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Sementara itu, pihak SPBU hingga saat ini masih belum didapatkan informasi resmi terkait adanya dugaan penyalahgunaan penjualan BBM Bersubsidi kepada penimbun untuk dijual kembali. (Afz)

Komentar