Wakil DPRD Banyuasin suport kegiatan APFI berikan sarana dan prasarana , sertifikasi Fotografi
Banyuasin ,Gerhanaonline.net
Wakil ketua DPRD banyuasin hari ini buka bersma APFI ( Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia )bertempat di daerah betung kabupaten banyuasin ,jum’at kemarin rilis hari sabtu tanggal (08/04/23)
Dalam pertemuan tersebut Noor Ishmatuddin memberikan apresiasi kepada puluhan anggota APFI Banyuasin, mengisi kegiatan safari ramadhan dengan pelatihan soft skill.
Pelatihan dan edukasi terkait food fotografi,disamping melaksanakan safari ramadhan buka bersama remaja masjid mengisi waktu dengan mengembangkan potensi kemampuan dalam diri
“Kegiatan pelatihan soft skill sekaligus menunggu waktu berbuka puasa bersama seperti ini, merupakan kegiatan positif untuk pengembangan diri pemuda Banyuasin yang tergabung dalam APFI,” kata Noor Ishmatuddin.
Selain menjabat sebagai wakil ketua dprd banyuasin Noor Ishmatuddin diberikan amanah menjadi penasehat APFI ,tentunya akan mensuport kegiatan APFI ,memberikan bantuan sarana dan prasarana,untuk mendukung keahlian soft skill pemuda di banyuasin,Selain pendidikan kulikuler yang didapat di sekolah dan kuliah, para generasi muda harus membangkitkan kreatifitas melalui keterampilan soft skill, seperti fotografi yang dilakukan sekarang ini.
“Saya akan mendukung kegiatan seperti ini, kreatifitas anak muda harus diwadahi dengan baik, dan keterampilan ini bisa membantu publikasi, sosialisasi dan potensi yang ada di Banyuasin, dan akan dikenalkan melalui dokumentasi foto kmudia bisa diaebarkan lewat media sosial ke halayak luar,” kata Penasehat APFI Banyuasin.
Setelah kegiatan ini, dirinya akan melakukan program sertifikasi geratis untuk pelaku profesi fotografi di Banyuasin, yaitu satu orang akan mewakili satu kecamatan untuk melaksanakan pendidikan dan tes sertifikasi, Karena sertifikasi ini penting jika seseorang menjadi pelaku profesi fotografi, sebagai bukti bahwa sudah memiliki dasar yang baik secara standar edukasi yang ditetapkan lembaga sertifikasi yang diakui di Indonesia.
Sementara itu pembicara kegiatan, Ade Yolfi mengatakan, jika pelatihan food fotografi memang difokuskan kali ini, mengingat beberapa daerah di Banyuasin merupakan penghasil olahan kuliner, seperti wilayah Sungsang yang terkenal dengan olahan pempek udang dan lainnya. Sehingga, mereka bisa mendokumentasikan makanan tersebut dalam sebuah foto esai dan tidak menutup kemungkinan, menjadi salah satu sarana publikasi melalui digital media, ataupun dalam bentuk buku.
“Nantinya mereka bisa membantu UMKM yang ada untuk mendokumentasika hasil olahan atau jualannya, sehingga publikasi UMKM di Banyuasin bisa dihat oleh masyarakat luar, tidak menutup kemungkinan, bisa menjadi sarana pulikasi geratis bagi Kabupaten Banyuasin,” kata Ketua Umum APFI Pengda Sumsel ini.
Bahkan ditambahkan oleh Ahmad Harry Tubagus, selaku Ketua Harian APFI Pengda Sumsel. Jika pelatihan seperti ini di kota lain sudah sangat sering dilakukan, dan sudah menjadi kegiatan rutin, bahkan sudah menjadi profesi yang ditekuni beberapa orang. Namun tujuan kami bersama Noor Ishmatuddin, ingin memberikan edukasi dan pengembangan soft skill tambahan kepada rekan-rekan penggiat fotografi untuk bisa kedepan menggunakan kemampuannya membantu UMKM dalam hal publikasi dari produk yang ada di Banyuasin.
“Kami juga meminta peranan pemerintah untuk memperhatikan kemampuan soft skill yang memiliki potensi dalam hal mendukung publikasi daerah, sehingga potensi yang ada dalam hal positif apapun bisa di kenal masyarakat luar Banyuasin,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini juga hadi beberapa pendidik dari Universitas Sriwijaya Palembang, Profesional Fotografi dan para pelaku profesi tersebut. Dan meminta Noor Ishmatuddin selaku Penasihat APFI Banyiasin, untuk mensuport dan menjadi jembatan penghubung antara pelaku profesi fotografi dengan pemerintah daerah, sehingga terjalin kerjasama yang baik.(Ar01)


































Komentar