Klarifikasi Ambroncius Terkait Penolakan Vaksinasi
Jakarta, – Bersama ini Saya Klarifikasi sbb :
1. Memang benar saya yang posting di FB pribadi saya tentang menanggapi berita OKNUM ( Sdr.Natalius Pigai ) yang menolak Vaksin Covid 19 Merk SINOVAK dan menyatakan di media bahwa oknum tersebut tidak percaya pada vaksin Sinovak yang disuntikkan ke Presiden RI dan memilih untuk membeli vaksin merk lain dari Luar Negeri.
2. Membaca tulisan tersebut, hati saya sangat marah, karena begitu tegahnya ia menyerang Jokowi disaat Presiden ingin membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa vaksin Sinovak ini Aman dan Halal untuk disuntik ketubuh manusia.
memang hak azasi semua orang menolak divaksin, tapi jangan ikut memprovokasi orang lain dengan narasi yang dibangun seakan-akan Vaksin Sinovak ini tidak aman buat manusia.
3. jadi postingan saya pribadi kepada Oknum tersebut hanyalah kritik untuk pribadi oknum tersebut dan bukan ditujukan ke masyarakat Papua.
( walau kritik saya tersebut sangat tajam, agar oknum tersebut jangan sampai memprovokasi rakyat untuk menolak di vaksin Sinovak, itulah tujuan saya. )
4. Dalam hal ini sebelumnya saya memohon maaf kepada Masyarakat Papua, mungkin ada yang tersinggung dan menganggap saya menghina masyarakat luas apalagi melakukan Rasis. ( ini sangat tidak mungkin saya lakulan, karena saya juga sudah diadati di Papua dan diangkat sebagai anak Papua dengan acara Lompat piring dan bakar batu di Kabupaten Kerom dan Jayapura papua, jadi tidak mungkin saya melukai hati masyarakat papua yang sangat saya cintai.
ini hanya terhadap oknum yang ketepatan ia anak Papua juga )
Ini benar-benar ditujukan hanya kepada oknum tsb, bukan kepada masyarakat papua secara keseluruhan.
5. Saya benar2 dengan hati yang tulus memohon maaf kepada Masyarakat Papua. Mohon hal ini tidak menjadikan kita jadi salah pengertian, dan mudah-mudahan hal ini dapat dimaklumi dan dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya buat saya.
6. Saya akan tetap bertanggung jawab, bila oknum tersebut ingin menggugat saya secara hukum, saya tidak akan lari. Saya tetap bertanggung jawab kepada oknum tersebut bila saya dianggap salah dan melanggar hukum.
Tapi intinya saya tidak ada maksud sedikitpun untuk melukai hati masyarakat Papua.
Untuk itu kepada saudara saya masyarakat Papua, agar dapat memaafkan saya. Terima kasih.
Jakarta, 24 Januari 2021.
Syaloom,
Salam Hormat,
DRS. AMBRONCIUS I.M NABABAN,MM.
Rilis/Red































Komentar