Kinerja “CV Kerinci Jayo” Atas Paket Optimalisasi SPAM IKK Gunung Kerinci Keluhkan Masyarakat
KERINCI, – Lagi-lagi Paket Pekerjaan tender di Kabupaten Kerinci di Keluhkan Masyarakat, pada kali ini giliran Paket Pekerjaan dari Provinsi Jambi yang berlokasi lansung dalam Kecamatan Gunung Kerinci tepatnya di Tanjung Genting – Sungai Gelampeh.
Pasalnya, Paket Pekerjaan Optimalisasi Spam IKK Gunung Kerinci yang sumber dananya dari APBN sebesar Rp. 1.601.952.000 dan di kerjakan oleh CV. KERINCI JAYO pada tahun 2020 tersebut, menuai kritik keras dari Masyarakat karena diduga dalam pelaksanaannya di lapangan asal – asalan saja dikerjakan dan terkesan tidak sesuai juknis serta dinilai cacat mutu.
Bagaimana tidak, dari investigasi dilapangan dan informasi yang berhasil dihimpun, diketahui bahwa pekerjaan ini bukannya memperbaiki yang ada tapi malah lebih mengarah ke memperbanyak kerusakan yang ditimbulkan akibat saat pelaksanaan nya dilapangan.
Salah satu contohnya, seperti yang disampaikan lansung oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fakta yakni Yosep Rizal kepada awak Media Gerhana Online Senin 26/10/2020 siang,
“Terlihat dilapangan, Pasca Pemasangan dan Penanaman pipa pada pekerjaaan tersebut telah mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat setempat, seperti contohnya pada bahu jalan diantara dua Desa tersebut yang dulunya keras dan padat, sekarang malah menjadi terbalik, lembab dan berair,” Ungkapnya.

“Belum lagi, saat dilalui kendaraan roda Empat, yang sedang berselisih jalan pada lokasi pekerjaan ini, tentunya menimbulkan keresahan tersendiri dari dampak bahu jalan yang tidak lagi seperti dulu saat sebelum pekerjaan ini dilaksanakan, tentunya hal ini membuat Geram masyarakat setempat dan para pengguna jalan tersebut,” Tambahnya saat setelah mengunjungi lokasi pekerjaan.
Untuk memperoleh keterangan terkait tentang permasalahan ini, awak media Gerhana Online berusaha untuk mencoba mengkonfirmasikan dan menghubungi pihak Pelaksana Lansung yakni dari CV. Kerinci Jayo, Ketika dihubungi melalui Handphone selulernya bernada sedang tidak aktif, hingga berita ini diterbitkan. (Red)


































Komentar