oleh

Salah Satu Oknum Disdik di Duga Membawa Parang Saat Menghampiri Wartawan

Banyuasin – Hardaya salah satu wartawan dari media siber di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, ke polisi.

Bahkan perlakuan dirinya dihardik itu, videonya sempat beredar di media sosial, dimana oknum pegawai Dinas pendidikan di Kabupaten Banyuasin, Sumsel itu terlihat membawa senjata tajam jenis parang (golok).

Di dalam video itu, oknum pegawai di dinas pendidikan tersebut memegang parang (golok) sambil marah-marah kepada beberapa wartawan yang hendak melakukan konfirmasi di dinas tersebut.

Atas kejadian tersebutJumat malam (02/10/2020), Hardaya didampingi Penasehat Hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banyuasin, untuk melaporkan kejadian yang ia alami.

Berdasarkan pengakuan Hardaya, berawal dari dirinya ingin menemui Kepala Bagian SMP di Dinas Pendidikan setempat.

Saat itu tutur Hardaya, Kepala Bagian SMP langsung dapat ditemui. Karena sedang rapat, dan mau melaksanakan sholat terlebih dahulu, akhirnya dirinya harus menunggu.

“Izin kak, siapa kepala bagian SMP,” tanya Hardaya kepada orang Dinas Pendidikan.

“Saya sendiri, kakak lagi ada rapat, sekarang mau sholat dulu,” jawab Kepala Bagian SMP itu dituturkan Hardaya.

“Iya kak, sholatlah dulu, soalnya aku ada yang mau diobrolkan ke kakak,” timpal Hardaya.

Setelah itu, lanjut Hardaya, “datanglah Thamrin dari LSM, lalu kami bersama-sama ke ruangan kepala bagian SMP, karena dilihat masih sibuk, akhirnya kami keluar, pada saat itu saya melihat ada kertas yang sudah kucel di kotak sampah lalu saya ambil, tiba-tiba ada yang memanggil, ngapo kau ambek data itu (Kenapa kau ambil data itu. red)  saya jawab ini kan sudah dibuang di sampah,” ujar Hardaya.

Dirinya bersitegang saat itu. Hingga ada salah satu yang merekam kejadian tersebut. Dimana isi video yang beredar oknum diduga pegawai dari dinas pendidikan Banyuasin marah-marah sambil membawa Senjata Tajam berupa parang/golok.

Tangkapan layar video oknum ASN Dinas Pendidikan Banyuasin saat bersitegang dengan wartawan

Hardaya mengatakan bahwa dirinya sudah resmi melaporkan kejadian tersebut melalui penasehat hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, sesuai dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B-219/X/2020/Sumsel/RES BANYUASIN.

“Kita percayakan semua kepada pihak kepolisian, kita ikuti proses hukum yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, Yusuf Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin saat dihubungi melalui pesan whatsApp mengatakan,”Itu staf saya mau pulang karena pagi tadi gotong royong dia bawa parang (golok), jam 17.00 wib sudah saatnya pulang kantor ” jelasnya. (tim)

Komentar