oleh

Pasokan BBM Solar terbatas, Ini Langkah SPBU Pelayang Raya

Sungai  Penuh, – Adanya keterbatasan pasokan BBM solar di SPBU Pelayang Raya Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh beberapa waktu lalu yang seharusnya pasokan tersbut sebagai mana biasa 14KL sehari berkurang menjadi 7KL sehingga terjadi antrian panjang mobil truck untuk melakukan pengisian BBM.

Keterbatasan pasokan BBM solar di SPBU Pelayang Raya juga sudah diberitakan sebelumnya oleh media massa. Dengan adanya pemberitaan tersebut, Pertamina Jambi sigap tanggapi dan melakukan tindakan untuk menghindari keterbatasan pasokan BBM tersebut, perwakilan pertamina mendatangi SPBU pelayang raya senin (17/08/20) dengan melihat langsung kondisi keterbatasan pasokan BBM solar yang dimaksud.

Pemilik SPBU Sa’diah dikonfirmasi media ini mengatakan, “Terkait kabar adanya keterbatasan pasokan BBM solar di SPBU kita ini, pada beberapa hari lalu kita juga sudah didatangi perwakilan Pertamina Jambi, kita juga disarankan untuk penambahan kuota, dan mereka katakan untuk bisa penambahan kuota, kita diperintahkan untuk berkoordinasi langsung dengan Sekretariat Kota Sungai Penuh dalam hal ini di bagian Ekonomi dan Pembangunan (EKOBANG). Dan dari pihak pertamina sendiri juga akan mencoba koordinasi ke kilang minyak Teluk Kabung Padang,” paparnya.

“Saya pun sudah mendatangi pak Herman Kabag EKOBANG, Beliau pun menyambut positif permintaan dari saya untuk penambahan kuota BBM solar untuk Kota Sungai Penuh atas saran dari pihak pertamina, beliaupun mengatakan akan mendatangi BPH migas dalam waktu dekat ini untuk koordinasi permasalahan penambahan kuota BBM solar di SPBU Pelayang Raya.” Ungkap Direktur Utama SPBU Pelayang Raya tersebut.

Disamping itu, wartawan juga menanyakan terkait adanya kabar praktek pungutan liar dilingkup SPBU Pelayang Raya, dalam bentuk pengisian jirigen, Sa’diah membantah keras kabar tersebut, secara aturan itu sangat tidak dibolehkan dan melanggar peraturan.

“Kami tidak ada melakukan pungutan kepada masyarakat yang mengisi jirigen silahkan di tanya langsung kepada masyarakat yang mengisi dirigen. Jikalau ada pungutan yang dilakukan oleh karyawan SPBU laporkan ke saya biar saya beri tindakan pemecatan terhadap karyawan yang melakukan pungutan tersebut.” Ungkap Sa’diah.

Agus seorang warga Kayu Aro yang melakukan pengisian BBM pertalite dengan jirigen dilokasi juga dikonfirmasi terkait tentang adanya dugaan pungutan tersebut.

“Tidak pernah kami dipungut uang untuk pengisian dirigen oleh pihak SPBU Pelayang Raya, bahkan kami lebih nyaman mengisi di SPBU ini walaupun kami jauh dari Kayu Aro. Kami sudah langganan mengisi BBM pertalite di SPBU ini.” Ucap Agus ketika melakukan pengisian jerigen miliknya. (Tim)

Komentar