Kali Ini,, Giliran DPRD Kabupaten Kerinci Digeruduk Aliansi Merah Putih
Kabupaten Kerinci, – Tepatnya pada Rabu, 05 Agustus 2020 kembali Aksi damai digelar oleh beberapa Aktivis Kerinci yang tergabung dalam Aliansi Merah Putih Indonesia (AMPI), setelah beberapa pekan yang lalu dilaksanakan di Kantor Bupati Kerinci, kali ini tampak giliran Kantor DPRD Kabupaten Kerinci kembali digeruduk oleh peserta Aksi.
Dalam Aksi kali ini, INDRA IRAWAN yang biasa disapa Indra Komano yang juga merupakan Ketua dari Aliansi ini, saat orasinya menyampaikan beberapa tuntutan dari peserta Aksi.

Beberapa tuntutan tersebut hampir sama dengan tuntutan yang telah disampaikan saat Aliansi Merah Putih ini menggelar Aksi di Kantor Bupati Kerinci beberapa Pekan lalu, diantaranya adalah
* Terkait masalah Pungli DPPKAD
* Permasalahan pembagian Paket di UKPBJ yang diduga kuat ada unsur Permainan di dalamnya dan dugaan terdapat Oknum anggota DPRD Kabupaten Kerinci, ikut memenangkan Paket proyek tender.
* Terkait masalah konpensasi SUTT yang tidak kunjung selesai.
* Dan Oknum DPRD Kabupaten Kerinci yang diduga kuat menggunakan ijazah palsu.
Berselang hampir lebih kurang satu jam orasi disampaikan di depan Kantor DPRD Kabupaten Kerinci oleh peserta aksi dari Aliansi Merah Putih, akhirnya pihak dari DPRD Kabupaten Kerinci keluar menghadap peserta Aksi tersebut.

Akhirnya Audensi pun dilaksanakan di ruang Kantor DPRD Kabupaten Kerinci, yang mana saat Audensi dilaksanakan tersebut dihadiri oleh Edminudin yang merupakan Ketua DPRD dan didampingi oleh beberapa anggota dewan lainnya.
Saat Audensi berlansung peserta Aksi dari Aliansi Merah Putih ini sangat menyayangkan ketidak hadiran dari anggota Badan Kehormatan DPRD yang tidak hadir, sehingga apa- apa yang ingin disampaikan tidak bisa terealisasikan dengan baik dalam audensi tersebut.
“Sangat di sayangkan sekali, seharusnya anggota Badan Kehormatan DPRD harus menghadiri audensi ini, tapi malah tidak hadir,kami hanya ingin meminta kepada badan kehormatan untuk sportif segera tindak oknum DPRD Kabupaten Kerinci yang bermain proyek, dan oknum yang diduga menggunakan ijazah palsu ini,” ungkap Ketua Aliasi Merah Putih ini.
“Ini belum selesai, akan ada aksi yang lebih besar lagi setelah ini, apabila tuntutan kami ini tidak ditanggapi oleh pihak DPRD dan Badan Kehormatan di DPRD Kabupaten Kerinci,” pungkasnya. (red)


































Komentar