Ketika Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang “NGABLU” Dalam Data, Ketika Itulah Draft Covid- 19 Jadi Ajang “DOLANAN”
Pemalang, – Itulah Fakta yang terlihat jelas di Posko Penanggulangan Covid- 19, Pendopo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Draft Covid- 19 yang seenak jidad nampak jadi ajang permainan yang seakan semakin mendramatisir situasi, kondisi, pandangan, jangkauan tentang covid- 19 saat ini.
Bagaimana tidak..
Pantauan kami di lokasi tersebut. Terlihat jelas update draft covid- 19 pada hari Rabu, 27 Mei 2020, jam 15:18:50, terdata ODP berjumlah totol 2768 orang, dengan rincian 220 orang dalam pemantauan., 2548 orang selesai dari pengawasan. PDP berjumlah total 116 orang, dengan rincian 13 orang dalam pengawasan, 90 oramg selesai dalam pengawasan, dan 13 orang dinyatakan meninggal. Sedangkan untuk positif covid- 19 berjumlah total 28 orang, dengan rincian 5 orang dalam perawatan, 22 orang selesai dalam pengawasan, dan 1 orang dinyatakan meninggal. Data tersebut tak ada tanda panah ke atas warna merah atau tanda panah ke bawah warna hijau.

Fakta mengejutkan kami dapatkan ketika draft covid- 19 pada update hari Kamis, 28 Mei 2020, jam 13:54:28. ODP terpantau berjumlah total 2775 orang, dengan rincian 213 orang dalam pengawasan, 2562 orang selesai dalam pengawasan, ada tanda ke atas warna merah dan tertulis 7. Untuk PDP berjumlah total 117, dengan rincian 10 orang dalam pengawasan, 94 orang selesai pengawasan, 13 orang meninggal, ada tanda panah ke atas warna merah dan angka 1.
Positif covid- 19 berjumlah total 28 orang, dengan rincian 5 dirawat, 22 sembuh, 1 meninggal.
Masih di hari yang sama, update draft covid- 19 Kabupaten Pemalang, Hari Kamis, 28 Mei 2020, jam 21:07:15, dengan rincian ODP berjumlah total 2775, yakni 213 orang dalam pengawasan, 2562 orang selesai pengawasan.
PDP berjumlah total 117, dengan rincian 10 orang dalam pengawasan, 94 orang selesai pengawasan, 13 meninggal.
Sedangkan untuk Positif covid 19 berjumlah total 28 orang, dengan rincian 3 orang dirawat, 24 orang sembuh, 1 meninggal.
Update tersebut ada tanda hijau kebawah dengan angka 0.
Ketika kami menanyakan langsung pada Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Mardiyanto, pria yang akrab disapa Pak Iyan ini, justru tidak bisa menjelaskan secara rinci dan detail mengenai perbedaan 3x update tersebut. Jangankan untuk menjelaskan pada kami dan rekan pers lain yang hendak meliput jalannya konferensi pers ketua tim gugus tugas penanggulangan covid- 19 yang juga Bupati Pemalang, DR. A. P. H. Junaidi SH., MM.,.
Hingga konferensi pers tersebut usai, dirinya justru ikut monitoring Bupati Pemalang, dan hanya mengajak salah seorang rekan pers media Tv Nasional tanpa mengajak atau berkoordinasi untuk turut serta dalam monitoring tersebut. Entah karena Sakau atau Bludreg. Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang itu telah melukai hati dan perasaan belasan rekan pers lain yang ada di stand media center posko penanggulangan covid- 19 Kabupaten Pemalang. Pria yang bertempat tinggal di Kecamatan BantarBolang ini juga tampak terang terangan tidak memanusiakan manusia.
Dilokasi terpisah, ketika Menteri Pemuda dan Olah Raga pada masa Pemerintahan President Joko Widodo, periode pertama, Imam N., yang berkunjung ke rumah salah seorang atlet Nasional asal Kabupaten Pemalang. Kami pun kaget tidak karuan. Hal tersebut kami dapatkan ketika salah seorang tim rombongan Menteri Pemuda dan Olah Raga, mengaku jika sudah memberikan uang 1.500.000,- pada salah seorang oknum wartawan Tv Nasional yang hoby tidur di salah satu ruang di lingkungan PemKab Pemalang.
“Dia minta ganti bensin peliputan buat 10 orang wartawan. Jadi ya kami berikan total 1.500.000,- untuk 10 orang atau 150.000,-/orang.”, ungkap tim tersebut.
Entah kurang Gaji dan tunjangan, oknum wartawan tv tersebut tanpa dosa atau menjaga peraturan dari redaksi kantor media tempat dirinya bernaung mencari sesuap nasi. (Dentang)































Komentar