oleh

Bantuan Gubernur Di Tolak Warga, Pegawai Pos Balik Kanan

Reporter : Veronica

Bandung, – Dalam video berdurasi 1 menit 13 detik itu, memperlihatkan ada tiga petugas memakai jaket oranye PT Pos Indonesia hendak mengirimkan paket bantuan untuk warga terdampak pandemi Corona atau COVID-19. Di video itu terdengar ucapan dari warga.

“Ku warga nyak punten pisan ieu ti Pos cape-cape. Tapi kumaha, abdi ge beban nyandak duaan. Daripada abdi janten sasaran, mending ulah weh nyak (oleh warga maaf ya dari Pos capai-capai. Tapi bagaimana, saya juga beban ngambil dua. Daripada saya jadi sasaran, mending jangan saja ya),” kata pria dalam video itu berbahasa Sunda, sebagaimana dilihat modusinvestigasi.com Rabu (22/4/2020).

“Kangge Kang Ridwan, mangga weh ka Pak Ridwan Kamil uihkeun weh nyak (buat Kang Ridwan, silakan saja ke Pak Ridwan Kamil dikembalikan saja ya),” kata pria itu.

Tiga petugas PT Pos Indonesia itu langsung meninggalkan lokasi begitu mendapat penolakan dari warga. Kejadian itu berlangsung di RW 8, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

Camat Bojongloa Kaler Ayi Sutarsa membenarkan peristiwa tersebut. “Betul itu di RW 08 Kelurahan Kopo, kejadiannya kemarin (Selasa),” ucap Ayi saat dikonfirmasi.

Penolakan yang di lakukan oleh warga Bojongloa Kaler Adalah tamparan keras untuk gubernur jawa barat yang banyak sekali berkoar di media sosial tentang bantuan provinsi atau bantuan gubernur dan survei Tim Investigasi di lapangan banyak pengajuan untuk bantuan ke masyarakat akan tetapi realisasi sangat jauh dari ekspektasi sehingga banyak penolakan dari masyarakat tentang kebijakan gubernur.

Survei di jawa barat, ada 5 wilayah yang terancam masyarakat nya menjadi WMB (Warga Miskin Baru) antara lain, kabupaten bogor, kabupaten bekasi, kabupaten cianjur, kabupaten tasikmalaya, kabupaten sukabumi, karena jumlah PHK per tanggal 23 April sudah mencapai 129.324 orang sejabar yang terkena dampak covid 19.

Dengan di tayangkan berita ini banyak masyarakat yang berhadapan gubernur jawa barat Ridwan Kamil meninjau kembali tanpa berkoar di media sosial.

Komentar