oleh

Begini Sosok Kehidupan Nenek Viral Yang Sedih Tak Terima Bantuan PKH

Kerinci,- Terkait viralnya akhir-akhir ini, sesosok nenek lanjut usia yang sedih tak terima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), beginilah kehidupan kesehariannya.

Ino Serat, begitulah kesehariannya di sapa oleh masyarakat, yang nama aslinya adalah Serat Fatimah, lahir di belui, Kecamatan Depati Tujuh, pada tanggal 10/10/1939 (sesuai KK) berkisar umur 81 tahun, yang pekerjaan dahulunya adalah Petani/Pekebun, dan sekarang sudah tidak bisa kerja apa-apa lagi, hidup sebatang kara, tanpa ada satu orang pun yang menemani, kehidupan nya yang sepi dan sunyi dijalaninya hari demi hari tanpa ada sedikitpun keluhan yang tampak dari raut wajahnya yang sudah mulai mengeriput karena faktor usianya yang sudah tak muda lagi.

Semenjak meninggalnya almarhum suami beliau beberapa tahun yang lalu, membuat statusnya menjadi janda cerai mati, terbukti sampai saat ini beliau memilih untuk bertahan hidup seorang diri saja, tidak memiliki seorang anak sebagai tempat untuk mengadu, bahkan tempat tinggalnya pun sudah tak layak untuk di huni.

Sebuah rumah dari bantuan Pemerintah di masa Gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci tahun 1995, begitulah tempat tinggal yang beliau huni semenjak puluhan tahun ini, hanya beralas tikar dari bekas karung plastik usang yang entah dari mana di dapatkan nya.

Dilansir dari berita Gerhana Online akhir-akhir ini yang sempat viral, terkait masalah nenek yang bersedih tak terima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), ini lah sosok beliau yang sampai meneteskan air matanya dalam meminta dan mengadu karena tidak mendapat bantuan dari Pemerintah tersebut.

Disini kami dari segenap awak media Gerhana Online, berharap dengan segala kerendahan hati, serta mengajak kita semua, mari kita buka mata lebar-lebar, sudah saatnya kita bantu sosok nenek yang seperti ini, mungkin beliau adalah satu diantara banyaknya nenek-nenek yang lain di Kabupaten Kerinci ini, yang juga sangat membutuhkan bantuan serta uluran tangan dari kita semua, baik dalam segi moril maupun materil agar beban yang dipikulnya tersebut setidaknya bisa berkurang.

Dan juga kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, terkhususnya Yth, Bapak Bupati Kerinci, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci beserta jajarannya, Mohon Perhatian yang sebesar-besarnya kepada nenek kita ini, mari sama- sama kita tunjukkan bahwa keadilan dan harapan selalu ada dalam mewujudkan Kerinci yang Lebih Baik, terutama untuk mereka yang tidak mampu dan lanjut usia yang sangat membutuhkan seperti ini.

Mudah-mudahan dengan adanya Perhatian serta uluran tangan dari Pemerintahan Kabupaten Kerinci, juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kerinci, setidaknya bisa mengurangi Beban hidup serta menghapus kesedihan dari nenek kita yang tak kunjung mendapatkan bantuan Sosial dari Pemerintah tersebut. (RK)

Komentar