Jalan Desa Pajeruan Tak Kunjung Diperbaiki, Bahar : Terima Kasih Pak Kyai
Sampang, – Masyarakat Desa Pajeruan Kecamatan Kadungdung Kabupaten Sampang mengucapkan terima kasih kepada Tokoh Ulama, KH. Mukti Bin Syahwi Atas bantuanya mendanai Pengecoran jalan Desa Pajeruan, kini proses pembangunan jalan pun sudah berjalan lancar dan sudah bisa dilalui warga.
“Kami salah satu tokoh Masyarakat Desa Pajeruan merasakan begitu sulit melewati akses jalan ini, dikarenakan jalan Desa Pajeruan rusak parah, dan Alhamdulilah pengecoran jalan Desa Pajeruan tahap Lima sudah selesai, kami Masyarakat Desa Pajeruan Mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Tokoh Ulama Bapak KH. Mukti Bin Syahwi atas bantuannya memperbaiki jalan di Desa Pajeruan, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Desa Pajeruan yang telah bergotong-royong bahu membahu mengerjakan jalan tersebut,” ujar Bahar.
“Sudah tiga puluh tahun jalan kami tidak pernah di perhatikan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa, sepanjang sepuluh km jalan ini begitu diabaikan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab, padahal kami punya wakil Rakyat dan Kepala Daerah,” tuturnya dengan nada kecewa.
Untuk diketahui jalan di Desa Pajeruan saat ini mengalami kerusakan yang begitu parah, karena tak kunjung disentuh pembangunan, jika musim hujan bak kubangan Kerbau, jika di musim kemarau, jalan berdebu yang mengakibatkan pengguna jalan sangat tidak nyaman ketika melewati jalan tersebut, begitu juga rumah warga yang berada di sekitarnya,” tambahnya lagi.
“Kami masyarakat Desa Pajeruan sangat berharap kepada Bupati, khususnya wakil Rakyat yang memiliki mata pilih disini agar memperjuangkan nasib warga yang memilihnya, yang memegang amanah rakyat dapil ini agar membangun fasilitas publik khususnya jalan Desa untuk mereka yang memilihnya sebagai anggota Dewan, agar menganggarkan anggaran untuk pembangunan jalan yang sudah sekian lama tidak pernah dibangun ini,” kata dia.
Dia juga berharap kepada Kepala Desa dan Camat untuk melakukan terobosan baru ditahun 2020 ini, karena Masyarakat akan berpandangan negatif kepada sosok pemimpin yang tidak berpihak kepada rakyat, karena anggaran sudah dikucurkan oleh Negara untuk membangun Infrastruktur dan fasilitas publik untuk Masyarakat Desa, baik dari APBN maupun APBD sebagai bentuk wujud nyata pembangunan Bangsa.
Selain dari pembuatan jalan Desa yang dibutuhkan masyarakat untuk dibangun, dan di perhatikan oleh Pemerintah, Kepala Desa, Camat dan Dewan serta Bupati juga harus merasa malu pada Masyarakat terutama kepada tokoh ulama yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memperbaiki jalan tersebut, sementara Pemerintah masih setengah hati dalam memperjuangkan nasib rakyatnya sendiri, untuk diketahui, masih ada sekitar delapan kilo meter jalan yang masih memerlukan pembangunan dan sekarang dalam keadaan rusak parah,”harapnya. (POL)


































Komentar