Demi Pencitraan, Fikar Azami di Duga Lukai Hati Masyarakat Hamparan Rawang
Sungai Penuh,- Semenjak mewabahnya virus Covid-19, segala bentuk antisipasi dan upaya terus di lakukan untuk memutuskan mata rantai serta menahan dampak penularan virus ini.
Selain banyaknya himbauan Pemerintah yang harus di taati oleh masyarakat, juga tidak kalah viralnya akhir-akhir ini tampak banyak dari Pemerintahan Pusat sampai ke Pemerintahan Desa, bahkan Masyarakat serta Ormas-ormas yang ada tampak giat dalam melaksanakan Penyemprotan disinfektan, tujuannya tidak lain adalah mengantisipasi meluas nya penyebaran Covid-19 ini.
Tapi berbeda terbalik halnya dengan giat penyemprotan yang dilakukan oleh Ketua PMI Kota Sungai Penuh, Fikar Azami beserta tim Penyemprotan, yang juga merupakan Balon Walikota Sungai Penuh, Jum’at 3/03/20 saat melakukan Penyemprotan disinfiktan di Masjid Raya Rawang, yang seharusnya mereka mendapat tanggapan Positif dan Apresiasi dari Masyarakat tapi malah sebaliknya.
Sesuai unggahan dari acun Fb berinisial Z, yang merupakan imam besar tanah Rawang mengungkapkan kekecewaan teramat besar dan mendalam mewakili salah satu masyarakat Kecamatan Hamparan Rawang atas tingkah laku dan ketidaksopanan yang dilakukan oleh Oknum tim Penyemprotan saat berada di dalam ruangan Masjid Raya Rawang itu, yang menurutnya ini merupakan pelecehan yang dilakukan terhadap Masyarakat Hamparan Rawang, pasalnya mereka membawa dan memakai sepatu dalam ruangan Masjid saat melakukan Penyemprotan Disinfiktan tersebut.
“Maaf sebelumnya….
Saya sudah berumur 47 Tahun sekarang dan saya besar di Masjid Raya Rawang. Puluhan dan mungkin ratusan orang pejabat yang sdh masuk masjid ini dan belum pernah sekalipun saya bertemu ada yang masuk masjid tanpa membuka sepatu. Hari ini saya dan mungkin masyarakat Rawang merasa dilecehkan oleh bocah ini. Apakah dia tdk diajarkan oleh orang tuanya tentang ADAB MASUK MASJID..?????
Dia itu siapa…????
Hanya untuk pencitraan kau lukai hati kami…
Salam kecewa..
Z……
Gelar Imam Besar Tanah Rawang”
Begitulah, unggahan kekecewaan yang disampaikan dalam acun facebook nya, sehingga membuat heboh masyarakat, dan tidak sedikit warga net mengecam prilaku dari oknum tersebut.
Menindak lanjuti hal tersebut awak media Gerhana Online mencoba mengkomfirmasi tim Penyemprotan disinfiktan di Masjid Raya Rawang jumat pagi tadi, untuk diminta keterangannya terkait permasalahan ini, hingga berita ini dinaikkan belum mendapat tanggapan. (RK)

































Komentar