Tanggapan PDAM, Terkait Matinya Air Desa Pulau Pandan ditengah Wabah Covid-19
Kerinci,- Semenjak ditetapkannya satu Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Kerinci, membuat Wilayah Kabupaten Kerinci menjadi Zona Merah dalam darurat Covid-19 ini, dan tentunya masyarakat diminta untuk lebih waspada lagi dalam Pencegahan wabah ini, terutama masyarakat dianjur untuk menerapkan Pola Hidup Bersih (PHBS) sesuai Himbauan dari Pemerintahan Pusat sampai Pemerintahan Daerah.
Dalam menerapkan Pola Hidup Bersih ini kita dianjurkan untuk lebih aktif lagi menjaga diri, baik dari segi makanan dan minuman yang kita kosumsi sehari-hari, benda yang kita pakai, bahkan kebersihan diri harus tetap dijaga agar tidak tertular wabah ini.
Menurut Keterangan dari Dinas Kesehatan, Penularan Covid-19 ini 80 persen bisa terjadi melalui kontak tangan, maka untuk menghindari hal tersebut kita di anjurkan untuk lebih sering mencuci tangan dengan air yang mengalir, tentunya air yang benar- benar terjamin kebersihannya.
Berbeda terbalik dengan Desa Pulau Pandan Kecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci, ditengah wabah yang sedang melanda, yang saat ini air bersih sangat diperlukan dalam antisipasi wabah ini, tapi malah aliran air PDAM mati total, hal ini membuat masyarakat semakin lebih panik apalagi dalam kondisi seperti saat ini, sesuai keterangan dari salah satu masyarakat Desa Pulau Pandan berinisial A yang enggan disebut namanya kepada awak media menyampaikan kekesalannya terhadap pihak PDAM Tirta Sakti.
“Desa kami (Pulau pandan) Kecamatan Bukit Kerman sudah satu minggu tidak di aliri air PDAM, tentunya kami Sangat Membutuhkan Aliran Air, hal ini Membuat Masyarakat menjadi tambah resah, Apa lagi di dalam Krisis Situasi waspada Saat Ini, seolah setiap sesudah tagihan di Bayar, air di matikan,, dan menjelang bayar rekening lagi,, air di hidupkan lagi, hal ini sudah berulang kali terjadi, dan sampai sekarang belum ada solusi dan tanggapan dari pihak terkait,”jelasnya.
Saat ditanyakan awak media tentang apakah pernah dilaporkan masalah ini kepada instansi terkait? maka masyarakat dengan cepat menjawab,
“Sudah 3 kali kami memberi laporan ke kantor PDAM, tapi sialnya sampai Sekarang belum Ada Tanggapan dan solusi dari PDAM tersebut, ” ungkapnya.
Ditempat terpisah awak media mencoba mengkomfirmasi ke kantor PDAM Daerah Kabupaten Kerinci untuk dimintai keterangannya terkait masalah ini, dari informasi Pihak PDAM Tirta Sakti Kabupaten Kerinci kepada awak media Menjelaskan
“Kami dari Pihak PDAM Tirta Sakti Mohon maaf jika hampir seminggu ini didesa Pulau Pandan tidak dialiri air dari PDAM, berdasarkan komunikasi dengan Kepala Cabang di Hiang, memang betul Akhir-akhir ini disana (desa Pulau Pandan) tidak dialiri air, itu karena terjadinya Penyumbatan di Intake Talang Kemulung, dan itu sudah selesai kami perbaiki, dan mudah-mudahan dalam 2-3 hari ini, Kembali normal seperti biasa,” Jelasnya.
“Dan kalau ada konsumen yang merasa dirugikan dalam tagihan rekeningnya, silakan laporkan ke cabang terdekat atau kantor pusat, dan juga kami himbau bagi konsumen PDAM Tirta Sakti Kalau seandainya air dalam keadaan Mati, kerangnya jangan dibuka karena takutnya amper dimeterannya akan berputar sendiri karena adanya angin yang keluar melalui kerang sehingga dapat menimbulkan pembengkakan angka meterannya,” tambahnya.(RK)

































Komentar