oleh

Lagi- Lagi, Diduga Aset Dishub Kota Sungai Penuh Tidak di Fungsikan

Sungai Penuh,- Setelah sempat Viral akhir-akhir ini masalah Portal parkir di Kota Sungai Penuh, sekarang giliran Pos jaga Patroli Jalan Raya (PJR) di Dishub Kota Sungai Penuh di pertanyakan lagi oleh masyarakat.

Setelah mendengar laporan dan informasi dari masyarakat bahwa Pos Jaga Dishub Kota Sungai Penuh itu tidak difungsikan lagi, awak media Gerhana Online mencoba terjun kelapangan untuk melihat dan memantau salah satu Pos jaga di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh ini, diantaranya yang berlokasi di perbatasan Sungai Penuh dengan Kabupaten Kerinci tepatnya di Sungai liuk depan SMKN 2 Kota Sungai Penuh.

Dari hasil pantauan awak media di lapangan benar adanya laporan yang disampaikan oleh Masyarakat Kota Sungai Penuh terkait tidak lagi di fungsikannya Pos jaga tersebut, Pos tersebut di duga beberapa bulan bahkan mugkin lebih dari setahun ini tidak diaktifkan lagi, tampak dari segi kebersihan bangunan tersebut sudah berantakan dan tidak terawat lagi, ditambah lagi telah ditumbuhi rumput-rumput disekeliling bangunan dan dinding pos tersebut.

 Melalui ungkapan oleh salah satu alumni Aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) yang terkenal kritis di zamannya Yogi Jonatan yang keseharian nya di sapa Andok mengemukakan kepada awak media,

“Benar bahwa dari survei kami di lapangan beberapa hari yang lalu khususnya Kota Sungai Penuh tampak berdiri beberapa Bangunan milik Pemerintahan Kota Sungai Penuh yang tidak difungsikan lagi, yakni salah satunya di perbatasan antara wilayah Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Kerinci, lebih tepatnya di depan SMKN 2 Sungai Penuh dekat Sungai Liuk, yang di duga sudah ada penunggu dan penghuninya (makhluk gaib),” ungkapnya dengan nada sindiran.

“Kenapa saya katakan demikian, karena Pos tersebut diduga sudah diterlantar kan sejak lama oleh Pemiliknya (Dishub Kota Sungai Penuh), Pos itu sudah tidak lagi digunakan seperti dulu, bukan hanya disana saja bahkan ada dibeberapa titik yang sudah kami survei kelapangan juga diduga kuat tidak difungsikan lagi, sangat di sayangkan sekali, Aset Kota Sungai Penuh yang anggarannya lumayan besar dalam pengadaannya dulu tetapi  malah sekarang tak berfungsi lagi, Apalagi saat ini sedang daruratnya masalah wabah Covid-19 yang sangat meresahkan masyarakat, seharusnya Pos ini difungsikan setidaknya bisa menimalisir wabah ini masuk ke kota sungai Penuh, tapi malah sebaliknya,” tambahnya dengan nada kesal.

Di tempat terpisah awak media mencoba mengkomfirmasi kan persoalan ini dengan instansi terkait yakni Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh untuk dimintai tanggapanya, dan ditemui diruangannya Sekretaris Dishub Kota Sungai Penuh In Yulisman,

“Memang betul untuk sementara Pos itu tidak diaktifkan lagi, di karenakan dengan alasan bahwa sesuai instruksi Bapak Presiden RI tidak ada lagi pungutan retribusi yang dilakukan oleh Dishub dititik jalan nasional, makanya pos itu kami non aktifkan,kalau pun nantinya difungsikan lagi, kami juga harus menunggu instruksi untuk yang berjaga disana apa petugas dishub dari daerah, dari Provinsi atau dari Pusat, sebab kalau dari daerah tentu ada anggaran untuk petugas yang berjaga disana, sedangkan kami disini belum ada anggaran untuk itu,” jelasnya.

“Terus terkait untuk masalah Penjagaan penanganan wabah Covid-19 ini, Kami hanya bertugas di pintu masuk Kota Sungai Penuh di Puncak, karena di Kabupaten Kerinci sudah ada daerah Pelompek dan muara Hemat, saya rasa tidak perlu lagi diperbatasan antara Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Kerinci,” terangnya.

Diruangan lain awak media mencoba Konfirmasi ulang dengan Bidang lalu lintas Dishub Kota Sungai Penuh Dani Warman Kabid lalin, yang membidangi permasalahan ini, tapi saat diminta tanggapannya Dani hanya menjawab,

“Tanya saja dengan Kadis, kami hanya menunggu perintah baru kami laksanakan” tutupnya dengan singkat. (RK)

Komentar