Kabid Pelayanan RSUD MHAT Kerinci Ceroboh, Petisi : Minta Maaf Segera Kepada Yang Bersangkutan
Kerinci, – Kabid Pelayanan RSUD MHAT Kerinci yang diduga melakukan perbuatan pelecehan terhadap wartawan yang sedang mencari informasi ketika aksi mogok kerja para perawat (27/3/20) hingga saat ini masih disorot dan belum ada titik terangnya.
Sejumlah awak media lingkup liputan Kerinci Sungai Penuh provinsi Jambi merasa tidak dihargai sebagai penyampai informasi dengan mengatakan wartawan tidak memiliki etika dan moral dalam menggali informasi.
Ketua umum LSM Petisi Indra Komano mendesak Oknum Kabid Pelayanan RSUD MHAT Kerinci meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan dan seluruh media yang ada di Kerinci Sungai Penuh ini karena ucapannya sudah dinilai diluar etika seorang pejabat Negara.
“Kabid Pelayanan RSUD MHAT Kerinci harus meminta maaf secara terbuka agar semuanya jelas, agar tidak ada persengketaan lagi, karena menyangkut profesi yang geluti, andai ini terjadi pada profesi dia, tentu akan menjadi lebih rumit lagi mungkin dia akan melaporkan ke pihak berwajib,” ujar Indra.
“Pak Kabid jangan sesekali menyebut profesi wartawan itu sebagai profesi yang tidak berpendidikan, BENGAK itu artinya tidak punya pendidikan, dia keliru menilai wartawan,” tandas dia.
“Si A ini merupakan wartawan teladan, beretika dan berbahasa santun dalam mencari informasi untuk disampaikan ke publik,” tandasnya.
Kepada Bupati Kerinci, H. Adirozal diminta segera melakukan klarifikasi (press release) terkait kasus tersebut karena hanya akan merusak tatanan demokrasi di Kabupaten Kerinci ini. (tim)
































Komentar