oleh

“Minggat” nya Fasilitas Antisipasi Melawan CORONA di Pasar Pagi Pemalang

Pemalang – Video Teleconferens yang dilakukan Bupati Pemalang DR. A. P. H. Junaidi SH., MM., pada beberapa kantor dinas, Bank, hingga Pasar Pagi Pemalang, (18/3). Menjadi sarana bagi orang Nomor Satu di Pemalang ini untuk memantau bagaimana kondisi antisipasi pihak Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mensikapi Corona. Tapi, siapa sangka tindakan Bupati Pemalang itu hanya “Angin Lalu” yang direalisasikan saat video konfrens dan tidak permanen pelaksanaannya.

Kran Air di Pasar Pagi Pemalang, Tewas dengan Mesranya. Keadaan itu diperparah dengan tidak tersedianya Sabun Cuci Tangan, Tisu, Hand Sanitizer, bahkan Tempat Sampah.

Kondisi tersebut terang terangan tampak di Pasar Pagi Kota Pemalang. 6 pintu akses keluar masuk pasar tersebut, jangankan fasilitas kain pengering atau sekedar Tisu, Keran air, Sabun, bahkan cairan Hand Sanitizer pun tidak tampak di ke 6 pintu tersebut. Keran air hanya tampak di pintu utama saja (pintu besar bagian depan.red), fasilitas kran tersebut pun tampak tewas dengan mesranya karena tidak mengalirkan air, tanpa dilengkapi sabun, tisu, hand sanitizer, bahkan tempat sampah.

Ketika tim kami
Ingin mencoba menanyakan hal tersebut pada Kepala Pasar Pagi, serta Kepala Disperindag Kabupaten Pemalang, kedua orang tersebut tidak berada ditempat.
(Dentang)

Komentar