KPU Kabupaten Kerinci Dinilai Tidak Transparan Dalam Perekrutan Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS)
Kerinci,- Bertepatan pada hari Minggu tanggal 1 Maret tahun 2020 sesuai agenda Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci, telah di adakannya seleksi tertulis calon Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam wilayah kabupaten kerinci Provinsi Jambi, yang nantinya Anggota PPS terpilih akan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi.
Dalam pelaksanaan tes tertulis yang diadakan sebanyak lima sesi pada gelombang pertama dan dilanjutkan gelombang kedua pada hari Rabu tanggal 4 maret 2020, tampak ribuan peserta tes yang terdiri dari berbagai perwakilan desa dalam kabupaten Kerinci sangat antusias dalam mengikuti seleksi tertulis tersebut.
Pada pelaksanaan tes tertulis peserta di wajibkan untuk mematuhi beberapa tata tertib ujian sebelum memulai tes seperti menonaktifkan Hp, dilarang mencontek, dilarang berdiskusi dan lain sebagainya.
Setelah dilaksanakan tes tertulis peserta yang dinyatakan lulus akan dilanjutkan pada tahapan seleksi wawancara yang akan dilaksanakan ditingkat kecamatan masing- masing yang dimulai pada tanggal 10 maret 2020 nantinya.
Sesuai tahapan dalam perekrutan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dinyatakan lulus, sebelum memasuki tahapan tes wawancara akan dihadapkan pada tanggapan masyarakat mengenai kelulusan calon PPS tersebut terlebih dahulu dalam waktu lebih kurang selama tiga hari.
Dihari pertama mulai masuknya tahapan tanggapan masyarakat tampak banyak dari peserta tes yang gagal maupun masyarakat mendatangi sekretariat KPU Kabupaten Kerinci untuk menanyakan tentang hasil seleksi tertulis yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu.
Salah satu Pemuda yang berasal dari desa kemantan yang enggan disebut namanya menyampaikan kepada awak media “saya kecewa dengan hasil tes tertulis ini, tampak tidak transparan pihak KPU Kabupaten Kerinci dalam melaksanakan tes ini, saya yakin pada tes kemarin yang saya jawab soalnya sekitar 90 persen jawaban saya pasti benar, kok hasilnya saya tidak dinyatakan lulus”, ungkapnya.
“Padahal teman satu desa dengan saya pas tes tertulis yang saya nilai jawabannya asal-asalan dijawab malah lulus, heran saya dengan KPU Kabupaten Kerinci ini, makanya pada hari ini saya sengaja datang kesini (sekretariat KPU Kabupaten Kerinci), bermaksud ingin menantang KPU untuk membuka ulang lembaran jawaban hasil tes kemarin,” terangnya.
“Tadi saya sempat bertemu salah satu staff sekretariat KPU Kabupaten Kerinci, katanya untuk lembaran jawaban tes nya tidak bisa dibuka lagi dengan alasan pintunya terkunci, kalau mau menanggapi ikuti prosedur dengan memasukkan surat tanggapan masyarakat ke petugas berwenang, mendengar alasan seperti itu maka semakin kuat dugaan saya bahwa ada permainan didalam penentuan kelulusan anggota PPS oleh oknum anggota KPU Kabupaten Kerinci ini” tambahnya.
Disisi lain awak media mencoba menemui Ketua KPU Kabupaten Kerinci Kumaini untuk diminta keterangannya tetapi Ketua KPU beserta komisioner KPU sedang melaksanakan rapat jelas staff KPU Kabupaten Kerinci kepada awak media, dan awak media mencoba mengirim pesan melalui messengger tapi tidak dibalas hingga berita ini dinaikkan. (RK)


































Komentar